Monday, December 31, 2012 - 3 comments

Semenanjung rindu

Terkadang lara ini tak bisa dibendung
Kesendirian ini perlahan menikamku
Tak ada yang peduli
Bahkan tak pantas untuk dinanti

Terseok-seok disini aku menangis
Berderai cucuran air mata
Mungkin memang sudah takdirku
Merindumu dan hanya bertemu dalam mimpiku

Sudahlah
Apa pedulimu lagi?
Melihat ku seolah kosong
Tanpa tahu apa yang tersembunyi didalamnya

Semenanjung rindu ini ku tuliskan
Ku goreskan tanpa harap yang kunanti
Mencoba merangkai kata sederhana ini
Untuk  kamu satu yang di hati


- 0 comments

2012

2012, I think this year is the amazing year for me.

               Banyak catatan-catatan perjalanan yang udah gw jalanin, dari pahit, manis, asam, asin, kecut, suram pun pernah melintas di hidup gw (agak lebay sih). Tapi kalo gw ceritain semuanya juga gak bakal selesai ini ratusan halaman blog gw, yang ada gw gak bakal tidur buat nulisinnya (lumayan gaje -__-)
Oke intinya, gw pengen mungupas atau menelisik atau mereka ulang atau apalah itu namanya ketika gw mengalami hal-hal yang menurut gw gak bisa dilupakan dalam hidup gw
                Pertama, di tahun ini gw mencoba hal yang bener-bener gak pernah gw rencanain sebelumnya, yaitu ikut dalam organisasi kampus. Dulu waktu gw pertama kali masuk kuliah gw sudah bertekad kalo gw gak pengen ikut-ikutan lagi yang namanya organisasi. Tapi mungkin ini emang udah takdir gw kali ya, tanpa sengaja gw terjerumus kedalam organisasi kampus juga. Yahhh, mungkin ini emang udah jodoh gw kali ikutan kegiatan-kegiatan kampus. Jodoh emang gak kemana mas broo #loh. Dan sampai akhirnya gw dipertemukan oleh sahabat-sahabat seperjuangan gw di kampus, itu semua gara-gara kita ikutan yang namanya organisasi. Ya emang itulah tujuan gw ikutan organisasi biar dapetin sahabat-sahabat seperjuangan dan emang itulah takdir kita. Di dunia ini gak ada yang namanya kebetulan mas broo, semua itu sudah ada takdirnya *lagi bener*.
                  Hari demi hari, waktu demi waktu gw jalanin dengan penuh antusias, semangat yang menggelora, semangat perjuangan laksana pahlawan-pahlawan kita yang dulu berjuang hingga titik darah penghabisan (ini apaa deh). Sampai suatu ketika gw dipercaya untuk menjadi delegasi dari jurusan untuk mengikuti musyawarah nasional di Lombok untuk sebuah organisasi nasional. Tentunya kesempatan ini gak gw sia-siain begitu aja dong dan akhirnya gw menerima kesempatan itu. Gw pergi ke Lombok dan sekitarnya sekitar 1 minggu dan ditambah beberapa hari untuk perjalanannya. Gak semudah itu mas broo perjalanan gw. Banyak banget hambatan yang gw alami sampai gw menuju tempat tujuan. Dari gw harus bulak balik nyari dana, angkot yang gw tumpangin pake mogok ditengah jalan, harus transit di jogja seharian, nungguin orang2 disurabaya, ngebolang di bali sama orang yang baru gw kenal bahkan nginep di tempat orang yang bener2 gw baru kenal   hari itu dan kalo gw ceritain semuanya pasti gak bakal selesai semua sampai ganti tahun lagi (hehe).
            Tapi perjalanan ke Lombok itu bener-bener kebayar banget dengan apa yang telah gw perjuangkan. Oh iya satu lagi hal yang paling penting, di tahun ini gw sudah berhasil naik pesawat untuk kali pertama selama umur hidup gw hahahaha. Ini sebuah cita-cita yang penting dalam hidup gw mas broo. Huaa tapi sayang sekali gw gak mendokumentasikan detik-detik kenaikan gw ke pesawat hehehe.
Terakhir sesuatu yang menurut gw amazing ditahun ini adalah gw dipercaya untuk memimpin satu kelembagaan mahasiswa tingkat jurusan di kampus gw. Galau, bimbang, termenung, lelah, lemes, lesu (jadi inget apa gituuu...). Tapi ini bener sesuatu yang gak pernah gw bayangkan sebelumnya. Sempet gak percaya dan gak tau harus berbuat apa. Awalnya gw ragu, gw gak yakin, dan gw gak mau nerima amanah yang cukup berat ini. Tapi dukungan dari semua temen-temen yang bikin gw jadi tegar. Ada satu temen gw bilang gini, "ayo san kita percaya sama elu, elu pasti bisa. Kita semua ngedukung lu. Anggap aja ini sebuah bonus buat lu karena elu udah berkontribusi disini". Yaa, kata-kata itu selalu terngiang didalam telinga gw dan pada akhirnya gw menerima semua itu dan mulai memantapkan hati untuk mulai menata diri ke kehidupan yang lebih baik.
             Ini sesungguhnya bukan mengenai bagaimana cara gw mengubah lembaga ini menjadi lebih baik. Tapi disini gw berdiri dengan tekad mengenai bagaimana cara gw mengubah diri gw menjadi yang lebih baik agar lembaga yang gw bawa akan menjadi lebih baik juga dan orang-orang disekeliling gw bisa merasakan kebermanfaatan itu.

Huaaa banyak juga curhatan gw di satu tahun belakangan ini. Ya mungkin ini secara garis besar kejadian-kejadian amazing yang gw alami. Semoga kita bisa menjadi insan yang lebih baik dan bermanfaat lagi di tahun-tahun selanjutnya.

SEMANGAT PERUBAHAN, SEMANGAT KONTRIBUSI, SEMANGAT BERINOVASI MENUJU SATU PRESTASI
Wednesday, November 7, 2012 - 1 comments

Untitled

          Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah tetapi bukan sebuah alasan juga untuk menghindarinya. Ketika sebuah amanah sudah diberikan kepada seseorang, hanya tanggung jawablah yang sejatinya harus selalu menyertainya. Perjalan untuk membuat sebuah perubahan itu tidak bisa secara singkat serta di tanggung oleh satu orang saja melainkan butuh proses yang berliku dan saling bahu membahu. Satu hal yang perlu disadari bahwa kita sebagai insan manusia terlahir di bumi ini untuk menjadi seorang pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri ke arah yang lebih baik. Ketika dalam diri kita sudah menyadari hal itu, besar harapannya sebuah perubahan pun dapat terwujud. Tidak pernah berharap apa yang akan kita dapatkan tetapi selalu berharap apa yang akan bisa kita berikan. Mungkin itu sekilas motivasi sederhana ketika kita dipercaya oleh orang-orang disekitar kita untuk menjalankan sebuah roda peradaban.

Terlintas sedikit harapan untuk para pemimpin bangsa, untuk bumi pertiwi tercinta

          Betapa inginnya kami  menyadari bahwa bangsa ini akan membutuhkan pemimpin-pemimpin yang adil dan amanah dalam mengemban tugasnya
Betapa pilunya hati ketika bumi pertiwi menangis
rindu akan kepedulian
Haru biru terombang ambing dalam ketidakpastian
Begitu banyak deraan yang melanda
Terlalu lama bumi pertiwi dilanda duka
Kini kami hanya bisa merintih, meronta, dan berdoa
Kami putra-putri bangsa yang mempunyai cita-cita
Membawa misi suci hanya untuk bumi pertiwi
Melalui prestasi, inovasi, dan rasa kepedulian kami
Demi mengharap untuk bangsa yang lebih baik

Jangan pernah takut untuk mencoba kawan, jangan pernah merasa lelah ketika kita masih bisa menghembuskan nafas ini, jangan pernah ragu dalam setiap langkah. Ingatlah setiap satu kebaikan yang kita perbuat akan dibalas dengan jutaan kebaikan pula. 


Tetap semangat, bersama penuh senyuman



~Salam Inovasi untuk Negeri Pertiwi~
Saturday, November 3, 2012 - 0 comments

Bila....

Bila semua itu ada
Mengapa harus ada kata tidak
Bila semua itu telah tiada
Kini mulai muncul Mengapa

Bila....
Hati terjerap dalam dimensi tak tentu
Terombang ambing walau hanya menepi
Merintih ruah menelusuri keadaan
Sedikit menelisik terhempas berlalu

Bila....
Butiran pasir perlahan tenggelam
Tercipta masa yang menyisakan cerita
Berbingkai sebuah perjalanan
Bersedekap dalam alunan jiwa

Kini kau telah tercabik
Berderai gelora menyisakan luka
Sudahlah cukup segala tawa
Sudahlah cukup dalam tirai air mata
Monday, October 15, 2012 - 0 comments

Lelah

Menapaki jejak-jejeak kehidupan
Menyusuri setiap langkah perjuangan
Menerjang menerkam
Buas liar
Terkadang harus mengintai, tak jarang juga diintai
Siklus lumrah yang setiap insan tapaki
Hitam putih menyelimuti
Sampai akhir nafas terhenti

Lelah hati lelah jiwa
Hati, nurani
Bercampur aduk pada sebuah fasa
Fasa dimana mereka berdiri ataupun tersungkur
Panggung  kompetisi yang kompleks
yang sulit dibedakannya

Berteriak hari ini, tersenyum lebar hari esok
pun sebaliknya
tak ada guna berkeluh
tak ada guna merintih
ingatlah yang Maha Satu, ingatlah tempat kembali
tak ada kekuatan abadi
selain satu Sang Illahi


~Salam Inovasi untuk Negeri Pertiwi~

Sunday, October 14, 2012 - 0 comments

Pengalaman baru (secercah harapan)

14 Oktober 2012. Tepatnya hari ini gw dapet pengalaman baru yang kali pertamanya gw di kasih kesempatan buat memimpin jalannya sebuah talkshow. Gak pernah terbayang sebelumnya bisa dipercaya jadi moderator sebuah acara himpunan yang bisa dikatakan bergengsi. Padahal tahun sebelumnya gw cuma bisa duduk di kursi peserta pada acara itu (Pelatihan Kimia Aplikatif). Sebenarnya disetiap acara seminar gw selalu bertanya sama diri gw sendiri, kapan ya kira-kira gw bisa berdiri di depan sana. Berbicara tentang isu-isu hebat, berbagi pengalaman, ataupun sekadar memberikan motivasi bahkan sekadar jadi moderator dan MC. Rasanya sulit bagi gw buat mewujudkan impian seperti itu dengan kemampuan public speaking yang jelek banget. Jangankan buat ngomong di depan orang banyak, terkadang buat ngomong secara personal dengan seseorang aja perlu mengumpulkan segenap keberanian.

Sampai suatu saat ada seorang adik kelas yang mencoba menghubungi gw buat ngisi sebuah acara ini. Sedikit bingung mau diterima atau enggak penawaran ini. Gak tau kira-kira bisa atau enggak berbicara di depan orang banyak. Dan pada akhirnya gw memutuskan untuk menerima penawaran sebagai moderator ini. Disisi lain gw melupakan suatu hal. Hal yang penting menurut gw. Gw bener-bener lupa kalo hari ini tuh sebenernya ada agenda turun desa. Sejujurnya gw gak enak banget sama temen-temen yang turun desa, tapi mau gimana lagi. Gw udah memutuskan buat nerima jadi moderator. Tapi nanti saat agenda turun desa selanjutnya gw harus ikut sebagai pengganti kesalahan gw hari ini

Satu kata-kata yang menarik dari salah seorang pembicara talkshow tadi, yaitu:
"Berbanggalah kita menjadi orang Indonesia, berbanggalah kita dengan profesi yang kita jalani, dan berbanggalah kita dengan diri kita sendiri. Karena dengan kita menghargai itu semua kita bisa menjadi seorang yang lebih berkualitas dan dapat bermanfaat bagi yang lainnya"

~Salam inovasi untuk negeri pertiwi~
Saturday, July 28, 2012 - 0 comments

Seuntai Doa

Ya Illahi....
Kini aku datang menghadap-Mu....
Setelah semua kecerobohan dan kesalahan....
Ku mohon maaf....
Aku menyesal....
Dengan hati yang hancur dan luluh....
Ku mohon ampun....
Ku berserah diri....
Ku akui segala kenistaanku....
Tiada ku temui tempat melarikan diri....
Dari dosa-dosa yang telah aku lakukan....
Tiada tempat berlindung....
Agar aku terlepas dari noda dan beban....
Melainkan Kau kabulkan permohonan ampunku....
Dan memasukkan aku kedalam lautan kasih-Mu....

Berbuatlah amal baik selagi anda masih dalam keluasan hidup
Buku-buku catatan amal masih terbuka
Taubat masih diberikan
Pelari dari Allah masih dipanggil
Orang-rang yang berdoa masih diberi harapan
Sebelum cahaya dipadamkan
Sebelum waktu habis Kadaluarsa
Sebelum hidup berakhir
Sebelum pintu taibat tertutup
Sebelum malaikat naik ke langit
Janganlah anda memandang kecilnya dosa yang anda perbuat, tetapi pandanglah kepada siapa anda berbuat dosa (Ali bin Abu Thalib)
- 0 comments

Seuntai Harapan

               Lintang, kerap menjadi sapaan akrab baginya. Dia tak lebih dari seorang anak kecil yang hanya mempunyai mimpi-mimpi indah semasa kecilnya. Sosoknya yang pendiam menjadi pemandangan yang khas bagi setiap orang yang mengenalnya. Banyak orang yang menyukainya karena senyumnya yang damai dan selalu ikhlas menebarkan senyumannya itu. Bahkan sejak ia duduk di bangku taman kanak-kanak banyak orang yang ingin menjadi temannya. Tetapi ia tetaplah seorang Lintang bocah pendiam. Walaupun banyak orang yang berusaha mengajak bermain ataupun berkomunikasi, ia tetap tidak banyak bicara menanggapinya.
               Mimpi-mimpi besar Lintang pun terkadang sulit diterima atau mungkin dia yang terlalu cerdas sehingga tidak banyak orang yang mengerti akan hal itu. Ia sering berusaha merangkai mimpi-mimpinya itu menjadi sebuah kisah yang akan ia wujudkan nantinya. Hingga ia beranjak besar pun sudah banyak mimpi-mimpi yang dapat dicapainya, mulai dari perguruan tinggi yang ia inginkan hingga beasiswa yang menjadi harapannya dapat terwujud.
            Ia menyadari kekurangan dalam dirinya itu. Sosok pendiam bukanlah hal yang istimewa menurutnya. Lintang berusaha keras agar ia nanti dapat berkomunikasi dengan lancar seperti halnya orang biasa. Ia merasa bahwa sikap pendiamnya ini bukanlah hal yang wajar tetapi karena kekhawatiran yang mendalam sehingga ia menyebabkan seperti itu. Organisasi sosial, itu suatu solusi yang sempat terpikirkan olehnya. sejak SMP, SMA, bahkan di perguruan tinggi pun ia selalu aktif dalam berbagai macam organisasi sosial. Mulai dari ekstrakurikuler sekolah, kelembagaan OSIS, forum saintis, hingga himpunan profesi di perguruan tinggi. Motivasi ia cukup sederhana dalam menjalani semua kegiatan tersebut, agar ia dapat berkomunikasi dengan lebih banyak orang dan dapat diterima oleh semua orang. Ya, teknik itu cukup berhasil untuk mengubah sedikit keadaan dalam dirinya. Perlahan ia sudah dapat berinteraksi sosial dengan orang-orang disekitarnya. Tujuan dari motivasinya pun sudah dapat terwujud dengan ia memiliki banyak teman dimana-mana.
             Ternyata dengan ia terus menjalani semua kegiatan tersebut malah membuat ia memiliki sebuah masalah baru dalam hidupnya. Fokus, merupakan kata-kata yang sangat sulit diterapkan bagi diri seorang Lintang. Ia sungguh sangat susah fokus dengan apa yang ia sedang hadapi. terlalu banyak orgaisasi yang ia ikuti malah membuat sebagian dari fokusnya terpecah. Dia tidak bisa menjalani sebuah pekerjaan diwaktu yang hampir dikatakan bersamaan sehingga salah satu pekerjaan yang lain harus ia korbankan. Pekerjaan itu tak lain adalah organisasinya yang selama ini ia jalankan harus menjadi korban. Karena hal itu lah ia sekarang mendapat sebuah permasalahan baru. Mungkin orang-orang yang selama ini bisa menjadi temannya malah ia mulai menjauhinya. Atau itu hanya persepsi negatif yang selalu muncul dipikirannya. Entah apa yang selalu menghantui dirinya. Ia selalu terlihat takut ketika ia mempunyai satu "musuh". Bukan takut secara fisik, tetapi secara moral ia merasa sangat bersalah ketika mempunyai "musuh".
              Harapan yang sangat sederhana sampai sekarang masih ada. Hanya sekedar ingin berteman dengan banyak orang dan menjaga komunikasi merupakan hadiah terindah yang akan menghiasi hidupnya, Lintang.
Saturday, June 16, 2012 - 0 comments

Putih

Putih, bersih, bersinar
Layaknya sebuah kertas yang tak setitik pun ternoda
Kondisi awal sebuah sistem sebelum terkenai gaya
sebuah titik acuan untuk memulai perjalanan

Bermula dari putihlah semua warna tercipta
Setitik demi setitik mulai ternoda sang putih mulia
Tidak, tidak selalu noda hitam yang terlukiskan
Merah muda ataupun emas selalu menjadi warna terindah dalam perjalanan

~salam hangat terindah Sang Penulis Mimpi~
Friday, June 15, 2012 - 0 comments

Rindu Illahi

Duduk termenung
Entah apa yang menyelimuti hatiku kini
Terasa dingin membeku hingga tak dapat membedakan benang merah yang selama ini ku jaga

Duduk ku menangis
Apa yang telah ku perbuat
Apa yang tak ku sadari hingga sampai begini
Hati ini bergolak, teriak, merintih sakit yang terdalam
Merasa tidak ada guna melanjutkan hari

Aku, bukan aku yang dulu
Rindu sosok Aku terdahulu
Seorang Aku yang takut kepada Sang Pencipta
Takut akan dosa yang melumuri walaupun setitik noda

Ya Allah, ya Tuhan yang maha kuasa
Hati ku ini sedang menangis
Perih ku rasa, sakit di jiwa
Aku merindu-Mu
Rindu akan kasih sayang Mu