Monday, October 15, 2012 - 0 comments

Lelah

Menapaki jejak-jejeak kehidupan
Menyusuri setiap langkah perjuangan
Menerjang menerkam
Buas liar
Terkadang harus mengintai, tak jarang juga diintai
Siklus lumrah yang setiap insan tapaki
Hitam putih menyelimuti
Sampai akhir nafas terhenti

Lelah hati lelah jiwa
Hati, nurani
Bercampur aduk pada sebuah fasa
Fasa dimana mereka berdiri ataupun tersungkur
Panggung  kompetisi yang kompleks
yang sulit dibedakannya

Berteriak hari ini, tersenyum lebar hari esok
pun sebaliknya
tak ada guna berkeluh
tak ada guna merintih
ingatlah yang Maha Satu, ingatlah tempat kembali
tak ada kekuatan abadi
selain satu Sang Illahi


~Salam Inovasi untuk Negeri Pertiwi~

Sunday, October 14, 2012 - 0 comments

Pengalaman baru (secercah harapan)

14 Oktober 2012. Tepatnya hari ini gw dapet pengalaman baru yang kali pertamanya gw di kasih kesempatan buat memimpin jalannya sebuah talkshow. Gak pernah terbayang sebelumnya bisa dipercaya jadi moderator sebuah acara himpunan yang bisa dikatakan bergengsi. Padahal tahun sebelumnya gw cuma bisa duduk di kursi peserta pada acara itu (Pelatihan Kimia Aplikatif). Sebenarnya disetiap acara seminar gw selalu bertanya sama diri gw sendiri, kapan ya kira-kira gw bisa berdiri di depan sana. Berbicara tentang isu-isu hebat, berbagi pengalaman, ataupun sekadar memberikan motivasi bahkan sekadar jadi moderator dan MC. Rasanya sulit bagi gw buat mewujudkan impian seperti itu dengan kemampuan public speaking yang jelek banget. Jangankan buat ngomong di depan orang banyak, terkadang buat ngomong secara personal dengan seseorang aja perlu mengumpulkan segenap keberanian.

Sampai suatu saat ada seorang adik kelas yang mencoba menghubungi gw buat ngisi sebuah acara ini. Sedikit bingung mau diterima atau enggak penawaran ini. Gak tau kira-kira bisa atau enggak berbicara di depan orang banyak. Dan pada akhirnya gw memutuskan untuk menerima penawaran sebagai moderator ini. Disisi lain gw melupakan suatu hal. Hal yang penting menurut gw. Gw bener-bener lupa kalo hari ini tuh sebenernya ada agenda turun desa. Sejujurnya gw gak enak banget sama temen-temen yang turun desa, tapi mau gimana lagi. Gw udah memutuskan buat nerima jadi moderator. Tapi nanti saat agenda turun desa selanjutnya gw harus ikut sebagai pengganti kesalahan gw hari ini

Satu kata-kata yang menarik dari salah seorang pembicara talkshow tadi, yaitu:
"Berbanggalah kita menjadi orang Indonesia, berbanggalah kita dengan profesi yang kita jalani, dan berbanggalah kita dengan diri kita sendiri. Karena dengan kita menghargai itu semua kita bisa menjadi seorang yang lebih berkualitas dan dapat bermanfaat bagi yang lainnya"

~Salam inovasi untuk negeri pertiwi~
Saturday, July 28, 2012 - 0 comments

Seuntai Doa

Ya Illahi....
Kini aku datang menghadap-Mu....
Setelah semua kecerobohan dan kesalahan....
Ku mohon maaf....
Aku menyesal....
Dengan hati yang hancur dan luluh....
Ku mohon ampun....
Ku berserah diri....
Ku akui segala kenistaanku....
Tiada ku temui tempat melarikan diri....
Dari dosa-dosa yang telah aku lakukan....
Tiada tempat berlindung....
Agar aku terlepas dari noda dan beban....
Melainkan Kau kabulkan permohonan ampunku....
Dan memasukkan aku kedalam lautan kasih-Mu....

Berbuatlah amal baik selagi anda masih dalam keluasan hidup
Buku-buku catatan amal masih terbuka
Taubat masih diberikan
Pelari dari Allah masih dipanggil
Orang-rang yang berdoa masih diberi harapan
Sebelum cahaya dipadamkan
Sebelum waktu habis Kadaluarsa
Sebelum hidup berakhir
Sebelum pintu taibat tertutup
Sebelum malaikat naik ke langit
Janganlah anda memandang kecilnya dosa yang anda perbuat, tetapi pandanglah kepada siapa anda berbuat dosa (Ali bin Abu Thalib)
- 0 comments

Seuntai Harapan

               Lintang, kerap menjadi sapaan akrab baginya. Dia tak lebih dari seorang anak kecil yang hanya mempunyai mimpi-mimpi indah semasa kecilnya. Sosoknya yang pendiam menjadi pemandangan yang khas bagi setiap orang yang mengenalnya. Banyak orang yang menyukainya karena senyumnya yang damai dan selalu ikhlas menebarkan senyumannya itu. Bahkan sejak ia duduk di bangku taman kanak-kanak banyak orang yang ingin menjadi temannya. Tetapi ia tetaplah seorang Lintang bocah pendiam. Walaupun banyak orang yang berusaha mengajak bermain ataupun berkomunikasi, ia tetap tidak banyak bicara menanggapinya.
               Mimpi-mimpi besar Lintang pun terkadang sulit diterima atau mungkin dia yang terlalu cerdas sehingga tidak banyak orang yang mengerti akan hal itu. Ia sering berusaha merangkai mimpi-mimpinya itu menjadi sebuah kisah yang akan ia wujudkan nantinya. Hingga ia beranjak besar pun sudah banyak mimpi-mimpi yang dapat dicapainya, mulai dari perguruan tinggi yang ia inginkan hingga beasiswa yang menjadi harapannya dapat terwujud.
            Ia menyadari kekurangan dalam dirinya itu. Sosok pendiam bukanlah hal yang istimewa menurutnya. Lintang berusaha keras agar ia nanti dapat berkomunikasi dengan lancar seperti halnya orang biasa. Ia merasa bahwa sikap pendiamnya ini bukanlah hal yang wajar tetapi karena kekhawatiran yang mendalam sehingga ia menyebabkan seperti itu. Organisasi sosial, itu suatu solusi yang sempat terpikirkan olehnya. sejak SMP, SMA, bahkan di perguruan tinggi pun ia selalu aktif dalam berbagai macam organisasi sosial. Mulai dari ekstrakurikuler sekolah, kelembagaan OSIS, forum saintis, hingga himpunan profesi di perguruan tinggi. Motivasi ia cukup sederhana dalam menjalani semua kegiatan tersebut, agar ia dapat berkomunikasi dengan lebih banyak orang dan dapat diterima oleh semua orang. Ya, teknik itu cukup berhasil untuk mengubah sedikit keadaan dalam dirinya. Perlahan ia sudah dapat berinteraksi sosial dengan orang-orang disekitarnya. Tujuan dari motivasinya pun sudah dapat terwujud dengan ia memiliki banyak teman dimana-mana.
             Ternyata dengan ia terus menjalani semua kegiatan tersebut malah membuat ia memiliki sebuah masalah baru dalam hidupnya. Fokus, merupakan kata-kata yang sangat sulit diterapkan bagi diri seorang Lintang. Ia sungguh sangat susah fokus dengan apa yang ia sedang hadapi. terlalu banyak orgaisasi yang ia ikuti malah membuat sebagian dari fokusnya terpecah. Dia tidak bisa menjalani sebuah pekerjaan diwaktu yang hampir dikatakan bersamaan sehingga salah satu pekerjaan yang lain harus ia korbankan. Pekerjaan itu tak lain adalah organisasinya yang selama ini ia jalankan harus menjadi korban. Karena hal itu lah ia sekarang mendapat sebuah permasalahan baru. Mungkin orang-orang yang selama ini bisa menjadi temannya malah ia mulai menjauhinya. Atau itu hanya persepsi negatif yang selalu muncul dipikirannya. Entah apa yang selalu menghantui dirinya. Ia selalu terlihat takut ketika ia mempunyai satu "musuh". Bukan takut secara fisik, tetapi secara moral ia merasa sangat bersalah ketika mempunyai "musuh".
              Harapan yang sangat sederhana sampai sekarang masih ada. Hanya sekedar ingin berteman dengan banyak orang dan menjaga komunikasi merupakan hadiah terindah yang akan menghiasi hidupnya, Lintang.
Saturday, June 16, 2012 - 0 comments

Putih

Putih, bersih, bersinar
Layaknya sebuah kertas yang tak setitik pun ternoda
Kondisi awal sebuah sistem sebelum terkenai gaya
sebuah titik acuan untuk memulai perjalanan

Bermula dari putihlah semua warna tercipta
Setitik demi setitik mulai ternoda sang putih mulia
Tidak, tidak selalu noda hitam yang terlukiskan
Merah muda ataupun emas selalu menjadi warna terindah dalam perjalanan

~salam hangat terindah Sang Penulis Mimpi~
Friday, June 15, 2012 - 0 comments

Rindu Illahi

Duduk termenung
Entah apa yang menyelimuti hatiku kini
Terasa dingin membeku hingga tak dapat membedakan benang merah yang selama ini ku jaga

Duduk ku menangis
Apa yang telah ku perbuat
Apa yang tak ku sadari hingga sampai begini
Hati ini bergolak, teriak, merintih sakit yang terdalam
Merasa tidak ada guna melanjutkan hari

Aku, bukan aku yang dulu
Rindu sosok Aku terdahulu
Seorang Aku yang takut kepada Sang Pencipta
Takut akan dosa yang melumuri walaupun setitik noda

Ya Allah, ya Tuhan yang maha kuasa
Hati ku ini sedang menangis
Perih ku rasa, sakit di jiwa
Aku merindu-Mu
Rindu akan kasih sayang Mu