Saturday, July 28, 2012 - 0 comments

Seuntai Doa

Ya Illahi....
Kini aku datang menghadap-Mu....
Setelah semua kecerobohan dan kesalahan....
Ku mohon maaf....
Aku menyesal....
Dengan hati yang hancur dan luluh....
Ku mohon ampun....
Ku berserah diri....
Ku akui segala kenistaanku....
Tiada ku temui tempat melarikan diri....
Dari dosa-dosa yang telah aku lakukan....
Tiada tempat berlindung....
Agar aku terlepas dari noda dan beban....
Melainkan Kau kabulkan permohonan ampunku....
Dan memasukkan aku kedalam lautan kasih-Mu....

Berbuatlah amal baik selagi anda masih dalam keluasan hidup
Buku-buku catatan amal masih terbuka
Taubat masih diberikan
Pelari dari Allah masih dipanggil
Orang-rang yang berdoa masih diberi harapan
Sebelum cahaya dipadamkan
Sebelum waktu habis Kadaluarsa
Sebelum hidup berakhir
Sebelum pintu taibat tertutup
Sebelum malaikat naik ke langit
Janganlah anda memandang kecilnya dosa yang anda perbuat, tetapi pandanglah kepada siapa anda berbuat dosa (Ali bin Abu Thalib)
- 0 comments

Seuntai Harapan

               Lintang, kerap menjadi sapaan akrab baginya. Dia tak lebih dari seorang anak kecil yang hanya mempunyai mimpi-mimpi indah semasa kecilnya. Sosoknya yang pendiam menjadi pemandangan yang khas bagi setiap orang yang mengenalnya. Banyak orang yang menyukainya karena senyumnya yang damai dan selalu ikhlas menebarkan senyumannya itu. Bahkan sejak ia duduk di bangku taman kanak-kanak banyak orang yang ingin menjadi temannya. Tetapi ia tetaplah seorang Lintang bocah pendiam. Walaupun banyak orang yang berusaha mengajak bermain ataupun berkomunikasi, ia tetap tidak banyak bicara menanggapinya.
               Mimpi-mimpi besar Lintang pun terkadang sulit diterima atau mungkin dia yang terlalu cerdas sehingga tidak banyak orang yang mengerti akan hal itu. Ia sering berusaha merangkai mimpi-mimpinya itu menjadi sebuah kisah yang akan ia wujudkan nantinya. Hingga ia beranjak besar pun sudah banyak mimpi-mimpi yang dapat dicapainya, mulai dari perguruan tinggi yang ia inginkan hingga beasiswa yang menjadi harapannya dapat terwujud.
            Ia menyadari kekurangan dalam dirinya itu. Sosok pendiam bukanlah hal yang istimewa menurutnya. Lintang berusaha keras agar ia nanti dapat berkomunikasi dengan lancar seperti halnya orang biasa. Ia merasa bahwa sikap pendiamnya ini bukanlah hal yang wajar tetapi karena kekhawatiran yang mendalam sehingga ia menyebabkan seperti itu. Organisasi sosial, itu suatu solusi yang sempat terpikirkan olehnya. sejak SMP, SMA, bahkan di perguruan tinggi pun ia selalu aktif dalam berbagai macam organisasi sosial. Mulai dari ekstrakurikuler sekolah, kelembagaan OSIS, forum saintis, hingga himpunan profesi di perguruan tinggi. Motivasi ia cukup sederhana dalam menjalani semua kegiatan tersebut, agar ia dapat berkomunikasi dengan lebih banyak orang dan dapat diterima oleh semua orang. Ya, teknik itu cukup berhasil untuk mengubah sedikit keadaan dalam dirinya. Perlahan ia sudah dapat berinteraksi sosial dengan orang-orang disekitarnya. Tujuan dari motivasinya pun sudah dapat terwujud dengan ia memiliki banyak teman dimana-mana.
             Ternyata dengan ia terus menjalani semua kegiatan tersebut malah membuat ia memiliki sebuah masalah baru dalam hidupnya. Fokus, merupakan kata-kata yang sangat sulit diterapkan bagi diri seorang Lintang. Ia sungguh sangat susah fokus dengan apa yang ia sedang hadapi. terlalu banyak orgaisasi yang ia ikuti malah membuat sebagian dari fokusnya terpecah. Dia tidak bisa menjalani sebuah pekerjaan diwaktu yang hampir dikatakan bersamaan sehingga salah satu pekerjaan yang lain harus ia korbankan. Pekerjaan itu tak lain adalah organisasinya yang selama ini ia jalankan harus menjadi korban. Karena hal itu lah ia sekarang mendapat sebuah permasalahan baru. Mungkin orang-orang yang selama ini bisa menjadi temannya malah ia mulai menjauhinya. Atau itu hanya persepsi negatif yang selalu muncul dipikirannya. Entah apa yang selalu menghantui dirinya. Ia selalu terlihat takut ketika ia mempunyai satu "musuh". Bukan takut secara fisik, tetapi secara moral ia merasa sangat bersalah ketika mempunyai "musuh".
              Harapan yang sangat sederhana sampai sekarang masih ada. Hanya sekedar ingin berteman dengan banyak orang dan menjaga komunikasi merupakan hadiah terindah yang akan menghiasi hidupnya, Lintang.